Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa sistem sepur mampu memangkas waktu kerja hingga 90 persen dibandingkan metode manual.
“Untuk lahan dua hektare, panen dan tanam bisa selesai dalam satu hari. Kalau manual bisa sampai sepuluh hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil ubinan menunjukkan produktivitas rata-rata mencapai enam ton per 25 meter persegi. Jika kondisi optimal, satu hektare lahan bisa menghasilkan hingga 9,6 ton gabah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2















