Panen Raya Serentak, Jateng Targetkan Produksi Padi 10,5 Juta Ton

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panen simbolis yang dipusatkan di lahan sawah Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Jumat (20/2/2026).

i

Panen simbolis yang dipusatkan di lahan sawah Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Jumat (20/2/2026).

SEMARANG, DiengPost.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai panen raya padi secara serentak di seluruh kabupaten dan kota pada periode Januari hingga Maret 2026.

Panen simbolis dipusatkan di lahan sawah Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Jumat (20/2/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, panen raya kali ini diperkirakan menghasilkan sekitar 3,35 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Tahun 2025 kemarin kita bisa berkontribusi 15 persen untuk nasional, tahun 2026 harus lebih meningkat,” ujar Luthfi usai panen raya, didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan Kepala Bulog Jateng Sri Muniati.

Sistem Sepur Diperkenalkan untuk Efisiensi Panen

Gubernur Luthfi menegaskan bahwa arah kebijakan pangan Jawa Tengah tahun ini adalah menuju swasembada. Target luas tanam padi sepanjang 2026 ditetapkan sebesar 2,38 juta hektare, dengan target produksi mencapai 10,55 juta ton GKG.

Baca Juga:  Jalin Kerjasama, Jateng Siapkan Lulusan SMK Jadi Manajer di Perusahaan Jepang

Untuk mendukung target tersebut, ia menginstruksikan Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah agar memperkuat konektivitas dengan seluruh kabupaten/kota. Komitmen bersama telah dibangun sejak awal tahun melalui pertemuan di Surakarta.

Dalam panen raya kali ini, Pemprov juga memperkenalkan sistem panen mekanis yang disebut sistem “sepur”. Sistem ini mengintegrasikan alat panen, pengolahan lahan, penyemprotan dekomposer jerami, hingga penanaman kembali dalam satu rangkaian proses.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Tahun Ini
Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman
Tembus Pasar 18 Negara, Nawal Yasin Dorong UMKM Jateng Tiru Kesuksesan Naruna Ceramic Salatiga
Titik Koordinat Terkunci, Aplikasi Sinaga Pantau WFH ASN Jateng Setiap Hari Jumat
Stok Aman, Pemprov Jateng Ajak Warga Sukseskan Gerakan Hemat Energi BBM
Berlaku Tiap Jumat, Sekda Sumarno Siapkan Aturan Skema WFH ASN Jateng
Cegah Konten Negatif, Jateng Kawal Pembatasan Akun Media Sosial Anak di Ruang Digital
Pelayanan Publik Tetap Utama, Kebijakan WFH ASN Jateng Masih Tahap Kajian

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:14 WIB

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Tahun Ini

Selasa, 14 April 2026 - 23:52 WIB

Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman

Kamis, 9 April 2026 - 10:56 WIB

Tembus Pasar 18 Negara, Nawal Yasin Dorong UMKM Jateng Tiru Kesuksesan Naruna Ceramic Salatiga

Senin, 6 April 2026 - 21:59 WIB

Stok Aman, Pemprov Jateng Ajak Warga Sukseskan Gerakan Hemat Energi BBM

Sabtu, 4 April 2026 - 23:28 WIB

Berlaku Tiap Jumat, Sekda Sumarno Siapkan Aturan Skema WFH ASN Jateng

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:52 WIB