LAMPUNG TIMUR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bandar Negeri, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, menuai sorotan dari sejumlah orang tua siswa penerima manfaat.
Mereka mengeluhkan kualitas menu yang dinilai menurun, mulai dari varian lauk yang monoton hingga dugaan adanya makanan yang kurang layak konsumsi. Keluhan tersebut ramai dibicarakan di media sosial dalam sepekan terakhir.
Sejumlah unggahan memperlihatkan foto menu harian MBG yang diklaim tidak bervariasi dan memiliki porsi sayur yang minim. Beberapa warganet juga menyoroti soal kebersihan wadah makanan yang digunakan untuk mendistribusikan lauk dan sayur ke sekolah-sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menunya sering itu-itu saja, porsi sayurnya sedikit,” tulis salah satu akun Facebook disertai foto hidangan.
Keluhan serupa disampaikan pengguna lain yang menyebut banyak anak bosan dengan menu yang disajikan.
“Buahnya sering kali hanya salak dan pisang. Anak-anak jadi malas makan,” ujarnya.
Selain soal varian menu, beberapa orang tua siswa mengaku menemukan makanan dengan aroma tak sedap dan tekstur yang tidak segar. Pada pembagian makan Rabu (10/12/2025), misalnya, salah satu wali murid menyebut ikan goreng yang diterima anaknya tercium bau tidak sedap.
Penulis : Afandi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















