Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas: Solusi Nyata atau Janji yang Diulang?

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terdampak konflik berkepanjangan dengan gajah liar melakukan demonstrasi.

i

Warga desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terdampak konflik berkepanjangan dengan gajah liar melakukan demonstrasi.

LAMPUNG TIMUR, DiengPost.com — Penandatanganan kesepakatan antara Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan perwakilan warga desa penyangga pada Selasa (13/1/2026) menjadi babak baru dalam konflik berkepanjangan antara manusia dan gajah liar.

Namun, kesepakatan yang diteken di tengah tekanan ribuan massa ini memunculkan pertanyaan: apakah ini solusi jangka panjang atau sekadar upaya meredam gejolak sosial?

Aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan warga dipicu oleh konflik yang terus berulang dan kembali menelan korban jiwa. Warga menilai upaya pencegahan selama ini tidak dijalankan secara serius dan tidak menyentuh akar persoalan.

Akibatnya, masyarakat desa penyangga yang bersinggungan langsung dengan kawasan konservasi TNWK harus menanggung sendiri dampak dari konflik tersebut.

Setelah orasi berlangsung selama beberapa jam, perwakilan massa akhirnya diterima untuk berdialog dengan pihak TNWK. Mediasi yang berlangsung alot itu menghasilkan tiga poin kesepakatan utama, yaitu pencegahan konkret agar gajah tidak masuk ke permukiman, jaminan ganti rugi atas kerusakan, serta kompensasi jika konflik menimbulkan korban jiwa.

Dalam dokumen kesepakatan, pihak TNWK menyatakan bertanggung jawab penuh atas pengendalian gajah liar dan menjamin bahwa mulai Selasa malam, 13 Januari 2026, gajah tidak lagi memasuki permukiman warga maupun lahan pertanian. Pernyataan ini menjadi krusial mengingat konflik serupa telah berulang selama bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang jelas.

Baca Juga:  Dorong Ketahanan Pangan, Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro Panen Raya Padi Bersama Warga Bintuni

TNWK juga menyatakan kesiapannya mengganti kerugian material dan immaterial akibat kerusakan tanaman serta harta benda warga. Bagi masyarakat, hal ini bukan sekadar soal nominal, melainkan pengakuan atas beban ekonomi yang selama ini mereka tanggung sendiri.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Dijemput Pemotor, Penemuan Jasad di Labuhan Maringgai Gemparkan Warga Karyatani
Tragis, Seorang Balita Tersiram Santan Mendidih hingga Alami Luka Bakar Serius di Lampung Timur
Hebat, Delapan Tahun Beruntun Pemkab Lampung Timur Pertahankan WTP dari BPK RI
Tipu Korban Puluhan Juta Rupiah, Pelaku Kasus Penipuan Online WhatsApp Ditangkap Polisi
Berlangsung Meriah, Kunjungan Gibran Rakabuming Raka di Lampung Timur Diwarnai Pembatasan Akses Warga dan Pers
Jembatan Swadaya Desa Sriminosari, Warga Dusun 02 Kompak Bangun Akses Tanpa Tunggu Anggaran
Bakti Sosial IWO Lampung: Jurnalis Turun ke Jalan Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu
37 Tahun Tragedi Talangsari, Korban Desak Negara Tuntaskan Kasus di Pengadilan HAM

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:57 WIB

Sempat Dijemput Pemotor, Penemuan Jasad di Labuhan Maringgai Gemparkan Warga Karyatani

Senin, 1 Juni 2026 - 17:19 WIB

Tragis, Seorang Balita Tersiram Santan Mendidih hingga Alami Luka Bakar Serius di Lampung Timur

Senin, 1 Juni 2026 - 17:11 WIB

Hebat, Delapan Tahun Beruntun Pemkab Lampung Timur Pertahankan WTP dari BPK RI

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:23 WIB

Tipu Korban Puluhan Juta Rupiah, Pelaku Kasus Penipuan Online WhatsApp Ditangkap Polisi

Senin, 11 Mei 2026 - 07:36 WIB

Berlangsung Meriah, Kunjungan Gibran Rakabuming Raka di Lampung Timur Diwarnai Pembatasan Akses Warga dan Pers

Berita Terbaru

Penyaluran air bersih di wilayah Grobogan, Jawa Tengah.

Jawa Tengah

Musim Kemarau 2026, 18 Daerah di Jateng Berpotensi Kekeringan

Rabu, 1 Jul 2026 - 05:55 WIB