Warga Desak Solusi Konflik Gajah, KLHK Siapkan Parit dan Kajian Pagar Listrik

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terdampak konflik berkepanjangan dengan gajah liar melakukan demonstrasi.

i

Warga desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terdampak konflik berkepanjangan dengan gajah liar melakukan demonstrasi.

LAMPUNG TIMUR, DiengPost.com — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merespons tuntutan warga desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terdampak konflik berkepanjangan dengan gajah liar. Aksi warga yang berlangsung pada Selasa (13/1/2026) mendapat perhatian langsung dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

Direktur Konservasi Kawasan Ditjen KSDAE, Sapto Aji Prabowo, menyatakan bahwa pihaknya akan segera membangun parit pembatas antara kawasan hutan konservasi dan permukiman warga.

Baca Juga:  Polres Lampung Timur Gelar Salat Ghaib untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

“Dalam waktu dekat, parit pembatas akan segera kami bangun sebagai langkah awal untuk mengurangi potensi gajah masuk ke wilayah masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain parit, KLHK juga berencana mengusulkan pembangunan tanggul permanen atau pagar listrik yang aman bagi manusia dan satwa. Namun, Sapto menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian teknis dan membutuhkan koordinasi lintas kementerian.

“Untuk tanggul permanen atau pagar listrik akan diusulkan segera. Kami akan melakukan kajian dan melibatkan instansi lain, salah satunya Kementerian PUPR, mengingat pendanaannya cukup besar,” jelasnya.

Baca Juga:  Curi Laptop di Kontrakan, Warga Lamtim Ditangkap Polisi

Terkait tuntutan kompensasi dari masyarakat, Sapto mengakui bahwa saat ini belum ada program kompensasi nasional yang diatur oleh kementerian. Meski begitu, ia menyatakan bahwa usulan tersebut akan dibawa ke tingkat pusat.

“Kami memahami tuntutan masyarakat. Walaupun saat ini belum ada program kompensasi di tingkat kementerian, hal ini akan kami usulkan,” katanya.

Penulis : Afandi

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

37 Tahun Tragedi Talangsari, Korban Desak Negara Tuntaskan Kasus di Pengadilan HAM
DPD HMNI Lampung Timur 2025–2027 Dilantik, Siap Perkuat Nelayan Pesisir
Aksi Massa Warnai Protes Warga Penyangga TNWK, Desak Solusi Konflik Gajah
Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas: Solusi Nyata atau Janji yang Diulang?
Dari Transmigran Jadi Bupati dan Wagub, Kisah Sukses Anak Jawa di Tanah Lampung
Kapolres Lampung Timur Tinjau Lokasi Wisata, Pastikan Libur Tahun Baru Aman
Polres Lampung Timur Ungkap 636 Kasus Sepanjang 2025, Termasuk Korupsi dan Narkoba
Camat dan Puskesmas Labuhan Maringgai Dampingi Remaja dengan Dugaan Trauma Akut

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:26 WIB

37 Tahun Tragedi Talangsari, Korban Desak Negara Tuntaskan Kasus di Pengadilan HAM

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:36 WIB

DPD HMNI Lampung Timur 2025–2027 Dilantik, Siap Perkuat Nelayan Pesisir

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:13 WIB

Aksi Massa Warnai Protes Warga Penyangga TNWK, Desak Solusi Konflik Gajah

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:20 WIB

Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas: Solusi Nyata atau Janji yang Diulang?

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:57 WIB

Warga Desak Solusi Konflik Gajah, KLHK Siapkan Parit dan Kajian Pagar Listrik

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:52 WIB