LAMPUNG TIMUR, DiengPost.com – Puluhan warga Dusun 02 Desa Sriminosari mengambil langkah nyata dengan membangun Jembatan Swadaya Desa Sriminosari secara mandiri. Masyarakat memilih bergerak bersama daripada terus menunggu bantuan pemerintah yang tidak kunjung datang ke lokasi mereka.
Kepala Dusun 02, Parsidi, memimpin langsung aksi gotong royong yang berlangsung pada Sabtu pagi tersebut. Beliau menegaskan bahwa pembangunan ini murni berasal dari tekad serta kepedulian warga terhadap keselamatan akses desa.
Awalnya, kondisi jembatan lama hanya berupa batang pohon kelapa yang sudah lapuk serta sangat licin. Akibatnya, keselamatan anak sekolah hingga para petani yang melintas setiap hari selalu terancam oleh risiko kecelakaan.
Simbol Perjuangan dan Transparansi Dana Warga
Selanjutnya, warga memilih melawan keadaan dengan cara melakukan patungan dana secara kolektif untuk membeli material. Selain warga, pengurus LPM dan BPD Desa Sriminosari juga ikut terjun langsung membantu pekerjaan fisik di lapangan.
Panitia memastikan penggunaan setiap rupiah dana Jembatan Swadaya Desa Sriminosari ini berjalan secara terbuka dan transparan. Masyarakat menutup rapat ruang untuk praktik penyimpangan anggaran agar seluruh dana terserap demi kepentingan umum.
Parsidi berpendapat bahwa warga tidak boleh hanya mengeluh kepada pemerintah mengenai kondisi infrastruktur yang rusak. Baginya, keberanian untuk bertindak merupakan kunci utama dalam melahirkan perubahan nyata di tengah lingkungan masyarakat.
Kemudian, suasana gotong royong terasa sangat hidup saat warga mengangkat batu dan mengaduk semen hingga sore hari. Kucuran keringat mereka menjadi saksi perjuangan dalam mewujudkan urat nadi ekonomi desa yang lebih layak.
Penulis : Afandi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya







