Jurnalis Kompas TV Diancam Saat Meliput Dugaan Pemerasan di Lampung Selatan

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi stok kekerasan terhadap wartawan.

i

Ilustrasi stok kekerasan terhadap wartawan.

LAMPUNG SELATAN – Seorang jurnalis Kompas TV, Teuku Khalid Syah, mengalami tindakan intimidasi dan pengancaman saat melakukan peliputan terkait dugaan pemerasan terhadap pemilik lahan di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Selasa (25/11/2025).

Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.05 WIB ketika Teuku tengah bertugas di lokasi peliputan. Secara tiba-tiba, sekelompok orang yang diduga preman mendatanginya dengan nada arogan, mempertanyakan pemberitaan yang telah dibuat terkait dugaan pemerasan tersebut.

“Saya sudah membuat laporan resmi ke Polres Lampung Selatan atas ancaman yang diterima saat menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Teuku dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).

Dalam kejadian itu, seorang dari kelompok tersebut bahkan mengancam dengan mengatakan akan menusuk Teuku sambil memperagakan gerakan seperti mengambil benda yang diselipkan di pinggang kirinya. Intimidasi tersebut terjadi di sebuah rumah warga dan disaksikan sebagian warga sekitar.

Meski Teuku berupaya menjelaskan bahwa dirinya bekerja sebagai jurnalis Kompas TV, tekanan dan ancaman tetap berjalan hingga perdebatan yang cukup panjang. Pada satu titik, Teuku ditarik untuk meninggalkan lokasi, namun tegas menolak demi alasan keamanan.

Baca Juga:  Update Bencana Aceh : 173 Orang Meninggal, Lebih dari 200 Masih Hilang

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Lampung, Andres Afandi, mengecam keras tindakan intimidasi tersebut. IJTI telah mendampingi Teuku dalam pelaporan kasus ini di Polres Lampung Selatan dan berkomitmen mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Andaikan ini bisa terjadi pada jurnalis media nasional, kita perlu memikirkan kondisi rekan-rekan media online yang lebih rentan dalam bertugas di lapangan,” kata Andres.

Penulis : Afandi

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Dijemput Pemotor, Penemuan Jasad di Labuhan Maringgai Gemparkan Warga Karyatani
Tragis, Seorang Balita Tersiram Santan Mendidih hingga Alami Luka Bakar Serius di Lampung Timur
Hebat, Delapan Tahun Beruntun Pemkab Lampung Timur Pertahankan WTP dari BPK RI
Tipu Korban Puluhan Juta Rupiah, Pelaku Kasus Penipuan Online WhatsApp Ditangkap Polisi
Berlangsung Meriah, Kunjungan Gibran Rakabuming Raka di Lampung Timur Diwarnai Pembatasan Akses Warga dan Pers
Jembatan Swadaya Desa Sriminosari, Warga Dusun 02 Kompak Bangun Akses Tanpa Tunggu Anggaran
Bakti Sosial IWO Lampung: Jurnalis Turun ke Jalan Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu
37 Tahun Tragedi Talangsari, Korban Desak Negara Tuntaskan Kasus di Pengadilan HAM

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:57 WIB

Sempat Dijemput Pemotor, Penemuan Jasad di Labuhan Maringgai Gemparkan Warga Karyatani

Senin, 1 Juni 2026 - 17:19 WIB

Tragis, Seorang Balita Tersiram Santan Mendidih hingga Alami Luka Bakar Serius di Lampung Timur

Senin, 1 Juni 2026 - 17:11 WIB

Hebat, Delapan Tahun Beruntun Pemkab Lampung Timur Pertahankan WTP dari BPK RI

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:23 WIB

Tipu Korban Puluhan Juta Rupiah, Pelaku Kasus Penipuan Online WhatsApp Ditangkap Polisi

Senin, 11 Mei 2026 - 07:36 WIB

Berlangsung Meriah, Kunjungan Gibran Rakabuming Raka di Lampung Timur Diwarnai Pembatasan Akses Warga dan Pers

Berita Terbaru