Orang Tua Siswa Keluhkan Kualitas Menu MBG di Bandar Negeri, Lauk Monoton hingga Diduga Mendekati Basi

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makanan Program MBG yang dikeluarkan orang tua siswa.

i

Makanan Program MBG yang dikeluarkan orang tua siswa.

“Begitu tutupnya dibuka, bau dan teksturnya sudah tidak segar, jadi langsung saya pisahkan,” ujar seorang wali murid di salah satu PAUD penerima program MBG.

Keluhan lain juga muncul pada menu hari Jumat (12/12/2025) ketika para orang tua mendapati nugget ikan yang disajikan bertekstur keras dan beraroma tidak normal. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait standar penyimpanan dan kebersihan dapur pengolahan.

Tak hanya soal rasa dan aroma, sejumlah foto yang beredar menunjukkan wadah makanan dengan noda bekas lap atau sisa sabun cuci yang belum benar-benar bersih. Orang tua siswa menilai kondisi itu sebagai bentuk kelalaian yang berisiko bagi kesehatan anak-anak penerima makanan MBG.

Dukungan Terhadap Program, Kritik untuk Pelaksanaan

Mayoritas wali murid menyampaikan bahwa mereka tetap mendukung program MBG yang digagas pemerintah sebagai langkah memastikan kecukupan gizi anak usia sekolah. Namun mereka berharap pelaksana program di tingkat daerah bisa menjaga komitmen pada kualitas bahan, variasi menu, serta kebersihan proses penyajian.

“Kami mendukung program ini, tapi jangan sampai niat baik pemerintah tercoreng karena pengawasan yang lemah. Ini soal kesehatan dan masa depan anak-anak,” ujar seorang wali murid.

Baca Juga:  Polres Lampung Timur Ungkap Tiga Kasus Menonjol, Termasuk Korupsi Dana Desa dan Penculikan Anak

Dengan adanya keluhan tersebut, para orang tua meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait melakukan evaluasi terhadap dapur SPPG Bandar Negeri. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup pengecekan kualitas bahan makanan, variasi menu, porsi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG), serta pengawasan ketat terhadap sanitasi dapur dan wadah distribusi.

“Program MBG seharusnya menjadi contoh baik dalam pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Jika pengawasan longgar, ini bisa berisiko menimbulkan masalah kesehatan,” ujar salah satu wali murid lainnya.

Penulis : Afandi

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

37 Tahun Tragedi Talangsari, Korban Desak Negara Tuntaskan Kasus di Pengadilan HAM
DPD HMNI Lampung Timur 2025–2027 Dilantik, Siap Perkuat Nelayan Pesisir
Aksi Massa Warnai Protes Warga Penyangga TNWK, Desak Solusi Konflik Gajah
Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas: Solusi Nyata atau Janji yang Diulang?
Warga Desak Solusi Konflik Gajah, KLHK Siapkan Parit dan Kajian Pagar Listrik
Dari Transmigran Jadi Bupati dan Wagub, Kisah Sukses Anak Jawa di Tanah Lampung
Kapolres Lampung Timur Tinjau Lokasi Wisata, Pastikan Libur Tahun Baru Aman
Polres Lampung Timur Ungkap 636 Kasus Sepanjang 2025, Termasuk Korupsi dan Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:26 WIB

37 Tahun Tragedi Talangsari, Korban Desak Negara Tuntaskan Kasus di Pengadilan HAM

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:36 WIB

DPD HMNI Lampung Timur 2025–2027 Dilantik, Siap Perkuat Nelayan Pesisir

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:13 WIB

Aksi Massa Warnai Protes Warga Penyangga TNWK, Desak Solusi Konflik Gajah

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:20 WIB

Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas: Solusi Nyata atau Janji yang Diulang?

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:57 WIB

Warga Desak Solusi Konflik Gajah, KLHK Siapkan Parit dan Kajian Pagar Listrik

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:52 WIB