“Begitu tutupnya dibuka, bau dan teksturnya sudah tidak segar, jadi langsung saya pisahkan,” ujar seorang wali murid di salah satu PAUD penerima program MBG.
Keluhan lain juga muncul pada menu hari Jumat (12/12/2025) ketika para orang tua mendapati nugget ikan yang disajikan bertekstur keras dan beraroma tidak normal. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait standar penyimpanan dan kebersihan dapur pengolahan.
Tak hanya soal rasa dan aroma, sejumlah foto yang beredar menunjukkan wadah makanan dengan noda bekas lap atau sisa sabun cuci yang belum benar-benar bersih. Orang tua siswa menilai kondisi itu sebagai bentuk kelalaian yang berisiko bagi kesehatan anak-anak penerima makanan MBG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan Terhadap Program, Kritik untuk Pelaksanaan
Mayoritas wali murid menyampaikan bahwa mereka tetap mendukung program MBG yang digagas pemerintah sebagai langkah memastikan kecukupan gizi anak usia sekolah. Namun mereka berharap pelaksana program di tingkat daerah bisa menjaga komitmen pada kualitas bahan, variasi menu, serta kebersihan proses penyajian.
“Kami mendukung program ini, tapi jangan sampai niat baik pemerintah tercoreng karena pengawasan yang lemah. Ini soal kesehatan dan masa depan anak-anak,” ujar seorang wali murid.
Dengan adanya keluhan tersebut, para orang tua meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait melakukan evaluasi terhadap dapur SPPG Bandar Negeri. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup pengecekan kualitas bahan makanan, variasi menu, porsi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG), serta pengawasan ketat terhadap sanitasi dapur dan wadah distribusi.
“Program MBG seharusnya menjadi contoh baik dalam pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Jika pengawasan longgar, ini bisa berisiko menimbulkan masalah kesehatan,” ujar salah satu wali murid lainnya.
Penulis : Afandi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















