SEMARANG, DiengPost.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik sebesar Rp17,6 miliar untuk sektor perpustakaan pada tahun 2026. Dana tersebut diharapkan mampu memperkuat program literasi dan pengelolaan perpustakaan di daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa anggaran tersebut merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab dan berintegritas.
“Besar atau kecilnya anggaran itu sama-sama amanah. Semua harus dipertanggungjawabkan,” ujar Sumarno saat memberikan sambutan dalam acara Harmonisasi Program Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah di Grhadika Bhakti Praja, Kamis (29/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumarno menyoroti rendahnya minat baca masyarakat sebagai tantangan utama dalam pengembangan literasi. Ia berharap DAK Nonfisik ini dapat menjadi pengungkit untuk memperkuat program literasi di Jawa Tengah.
“DAK ini merupakan bagian dari program pusat yang dilaksanakan di daerah. Maka, harus menjadi sarana penyelarasan program dari Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional dengan program daerah,” jelasnya.
Penyerahan DAK Nonfisik sektor perpustakaan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Aminudin Aziz, kepada Sekda Jateng Sumarno.
Penyerahan disaksikan oleh Kepala Arsip Nasional RI Mego Pinandito dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2 Selanjutnya















