SEMARANG, DiengPost.com – Sebanyak 18 daerah di Jateng terancam kekeringan akibat musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menyebut, potensi kekeringan tahun ini cukup luas. Sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah berpotensi mengalami dampaknya.
Wilayah tersebut meliputi Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, dan Sragen. Selain itu, Brebes, Tegal, Pemalang, Boyolali, Kabupaten Semarang, Cilacap, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Jepara, dan Banjarnegara turut masuk daftar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna mengantisipasi 18 daerah di Jateng terancam kekeringan ini, seluruh kabupaten/kota telah menyiapkan logistik air bersih. Total ketersediaan air bersih yang pemerintah daerah siapkan mencapai sekitar 123 juta liter.
“Sudah disiapkan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Dari hasil data yang kami terima, daerah kabupaten/ kota sudah menyiapkan secara totalitas sebanyak 123 juta liter air bersih,” kata Bergas di Semarang, Rabu (24/06/2026).
Klaten Catat Distribusi Terbesar
Data BPBD Jateng per 24 Juni 2026 menunjukkan, distribusi air bersih sudah berjalan di sejumlah daerah. Petugas telah menyalurkan 654 ribu liter air bersih kepada warga terdampak di 6 kabupaten/kota.
Distribusi tersebut mencakup 7 kecamatan dan 11 desa. Bantuan ini telah menjangkau 4.808 kepala keluarga atau 16.258 jiwa.
Selanjutnya, Kabupaten Klaten mencatat distribusi terbesar, yakni sekitar 553 ribu liter. Purbalingga menyusul dengan 30 ribu liter, kemudian Banjarnegara 26 ribu liter.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2 Selanjutnya











