Selain itu, Disporapar juga memberi perhatian khusus pada lima destinasi prioritas, yaitu Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Pantai Manganti, dan Guci. Sejumlah tempat tersebut akan dipantau secara intensif, terutama dari aspek keselamatan dan pelayanan pengunjung.
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Pemprov Jateng telah menerbitkan Surat Edaran Sekda Nomor 100.3.4.1/2025 kepada seluruh kepala daerah dan pengelola destinasi wisata. Surat itu menekankan pentingnya pelayanan prima, kesiapan fasilitas, pengawasan harga produk wisata, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi.
“Kami berkoordinasi dengan BPBD, Dishub, Satpol PP, TNI, dan Polri untuk memastikan keamanan dan kesiapan destinasi. Wisata alam seperti pendakian gunung, arung jeram, atau wahana ekstrem juga kami pantau secara berkala,” ujar Masrofi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terus mendorong sektor pariwisata sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu program andalan adalah pengembangan sport tourism dan Desa Wisata.
Ajang seperti Borobudur Marathon, lanjut Masrofi, menjadi bukti nyata dampak ekonomi sektor pariwisata. Pada 2024, perputaran ekonomi dari event tersebut mencapai Rp73,9 miliar, naik dari Rp61,6 miliar pada 2023. Selain itu, even Karimunjawa Skydiving Adventure juga sukses menarik pesertanya dari 59 negara.
Dengan berbagai persiapan dan koordinasi lintas sektor, Pemprov Jateng optimistis libur Nataru tahun ini akan berlangsung aman, lancar, serta menjadi momentum kebangkitan wisata dan ekonomi daerah.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2















