Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat belajar Al-Qur’an secara istiqamah di tengah perkembangan zaman.
Sebagai bagian dari prosesi, santri yang telah menuntaskan bacaan 30 juz Al-Qur’an menampilkan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami tajwid, termasuk pembahasan tentang ghorib-ghorib dan tanda baca (waqaf).
Prosesi ini menjadi simbol kesungguhan dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah. Kegiatan malam itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para sesepuh dan kiai, tepat pada pukul 21.35 WIB.
Puncak KegiatanPuncak kegiatan digelar pada Rabu pagi (24/12), dihadiri para orang tua santri, tokoh agama, serta Kepala Desa Bandar Negeri. Keterlibatan para wali santri menjadi bukti dukungan kuat terhadap pendidikan keagamaan anak-anak sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Roni membimbing para santriwan, sementara Ustadzah Ely membimbing santriwati. Acara dipandu oleh santriwati TPQ yang bertugas sebagai MC, dan pembacaan Al-Qur’an (qira’ah) dibawakan oleh santri TPQ bernama Fahmi.
Melalui kegiatan tahunan ini, TPQ dan Diniyah Miftahussalam berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan para santri, tidak hanya dalam bacaan tetapi juga dalam akhlak dan perbuatan sehari-hari.
“Kami ingin para santri tidak sekadar bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya pedoman hidup,”ungkap Kiai Imam Jauhari.
Penulis : Afandi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







