Nawal juga mendorong peran aktif Bunda Literasi di 35 kabupaten/kota untuk menghadirkan inovasi literasi yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Peran Bunda Literasi sangat strategis, bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai penggerak, kolaborator, edukator, dan motivator literasi. Inovasi yang muncul harus mampu mendorong pemberdayaan masyarakat dan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan literasi berbasis budaya. Menurutnya, perpustakaan desa dapat menjadi sarana pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Salam literasi untuk seluruh masyarakat Jawa Tengah. Semoga ini menjadi titik tolak kemajuan literasi yang berkelanjutan,” pungkas istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2















