Skema pembiayaan mencakup uang kuliah tunggal (UKT), biaya hidup, visa, tiket pesawat, dan asuransi. Untuk program S1 dalam negeri, UKT ditanggung hingga delapan semester, dengan nominal tertinggi Rp15 juta per semester untuk bidang kedokteran.
Seleksi dilakukan secara berlapis, mulai dari verifikasi administrasi, tes akademik, hingga wawancara. Kemampuan membaca kitab kuning menjadi syarat utama, dengan nilai tambah bagi santri penghafal Al-Qur’an. Wawasan kebangsaan dan kepesantrenan juga menjadi aspek penilaian penting.
Pendaftaran dibuka mulai 18 Februari 2026 dan dilakukan secara daring. Hasil seleksi akan diumumkan melalui laman resmi Pemprov Jateng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Bidang Beasiswa dan Pelatihan LFSP, Prof. Akhmad Syakir Kurnia, menekankan pentingnya akuntabilitas penerima beasiswa. Setiap penerima wajib menyampaikan laporan perkembangan studi setiap semester dan mengabdi di pesantren asal minimal satu tahun setelah lulus.
“Bayangkan lahir dokter, insinyur, atau ilmuwan lulusan luar negeri yang juga memiliki watak santri yang santun. Ini yang ingin dibangun Jawa Tengah,” ujarnya.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2















