“Kami dikumpulkan dan diberi kabar kalau pabrik ditutup. Setelah itu kami bertahan dengan pekerjaan serabutan sambil berharap bisa kembali bekerja seperti dulu,” ujarnya.
Selama hampir satu setengah tahun, Dewi dan rekan-rekannya berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Kini, dengan beroperasinya kembali pabrik, harapan baru muncul bagi para pekerja.
“Rasanya senang sekali bisa kerja lagi. Harapannya, kali ini pabrik bisa bertahan lama supaya ekonomi keluarga stabil,” kata Dewi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada dengan Dewi, Nurul pekerja lainnya mengaku lega dapat kembali bekerja setelah sekian lama menjadi tulang punggung keluarga tanpa penghasilan tetap.
Dalam sambutannya, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan dukungan Polri terhadap iklim industri yang aman dan produktif. Ia menilai para pekerja adalah pilar penggerak ekonomi nasional yang perlu dilindungi.
“Polri berkomitmen menjadi mitra strategis untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis dan kondusif. Utamakan keselamatan kerja dan pelihara komunikasi agar suasana kerja tetap nyaman dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Akarsa Garment, Alfindra Almandra, menjelaskan pabrik kini beroperasi dengan dukungan 900 unit mesin produksi. Fokus utama produksi saat ini adalah penutup kepala (balaklava) yang digunakan bersama perlengkapan helm.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















