SEMARANG, DiengPost.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan segera menjalankan skema Rekayasa Lalu Lintas Simpang Bawen di Kabupaten Semarang selama periode Lebaran 2026. Langkah ini menjadi prioritas utama karena titik Exit Tol Bawen tergolong rawan terhadap kecelakaan lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa wilayah tersebut sering mengalami kepadatan kendaraan yang luar biasa. Oleh karena itu, pemerintah menjalin koordinasi ketat dengan kepolisian dan instansi terkait untuk menangani risiko tersebut.
Selanjutnya, tim gabungan juga melibatkan pihak Jasa Marga guna mematangkan strategi Rekayasa Lalu Lintas Simpang Bawen. Maka dari itu, petugas akan mulai menerapkan rekayasa ini secara resmi pada tujuh hari sebelum hari raya Idulfitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pemerintah ingin memastikan masyarakat yang melintasi jalur tersebut merasa aman dan juga nyaman. Sebab, beberapa kejadian kecelakaan fatal pernah mewarnai sejarah lalu lintas di lokasi strategis tersebut.
“H-7 lebaran akan kita lakukan rekayasa lalu lintas agar masyarakat aman,” ujar Arief saat meninjau lokasi, Selasa (10/3/2026).
Ia menegaskan bahwa keselamatan nyawa pemudik merupakan target utama dari kebijakan Rekayasa Lalu Lintas Simpang Bawen tahun ini.
Jalur Khusus Sepeda Motor dan Evaluasi Jangka Panjang
Salah satu poin penting dalam rencana tersebut adalah pembuatan jalur khusus bagi pengendara sepeda motor agar tidak bercampur dengan kendaraan besar
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2 Selanjutnya















