SUMATRA – Rangkaian aksi solidaritas terus mengalir bagi korban banjir di wilayah Langkat, Sumatera Utara, dan Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI) bersama komunitas Jakarta Connection menyalurkan bantuan logistik pada Senin (8/12), berupa bahan pangan, obat-obatan, serta perlengkapan bayi.
“Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi dari masyarakat yang tergerak membantu sesama,” ujar Founder SKPI, Faisal Andri Mahrawa, dalam keterangan tertulis, Senin.
Faisal menuturkan, meski masa tanggap darurat telah berjalan beberapa hari, sejumlah wilayah masih terendam air dengan kondisi listrik padam dan akses jalan yang sulit ditembus. Banyak warga masih bertahan di pengungsian dengan keterbatasan air bersih dan pelayanan kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di beberapa lokasi, kondisi sanitasi sudah memprihatinkan. Kami khawatir muncul penyakit menular jika tidak segera tertangani,” katanya.
Komunitas Jakarta Connection yang turut bergabung dalam misi kemanusiaan ini juga menyoroti beratnya kondisi di lapangan. Menurut Muhammad Iqbal, pendiri Jakarta Connection, wilayah Aceh Tamiang adalah daerah yang paling membutuhkan perhatian.
“Jalur darat dari Banda Aceh ke Aceh Tamiang sempat terputus di Bireuen, membuat akses bantuan dari utara tersendat. Itulah mengapa koordinasi lintas provinsi menjadi penting,” jelas Iqbal.
Ia menambahkan, hingga kini banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan masih bergantung pada bantuan. SKPI dan Jakarta Connection berkomitmen melanjutkan program kemanusiaan ini selama kondisi belum pulih sepenuhnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya















