“Jika seluruh rantai, mulai dari pembiayaan, pendampingan penyuluh, hingga jaminan pasar terpenuhi, maka pertumbuhan sektor pertanian akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Selain memperkuat sistem produksi, Pemprov Jateng juga menyiapkan strategi untuk menarik minat generasi muda ke sektor pertanian. Salah satunya melalui Kartu Zilenial, program gagasan Gubernur Ahmad Luthfi yang memuat skema ‘petani milenial gajian’.
“Konsep ini memberikan fasilitas permodalan, pendampingan lahan oleh dinas, asuransi pertanian oleh Jamkrida, serta jaminan pasar melalui JTAB,” jelas Zulkifli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian pendapatan bagi petani muda sekaligus mengubah persepsi bahwa sektor pertanian tidak menjanjikan masa depan yang pasti.
“Berdasarkan hasil survei, generasi muda membutuhkan kepastian pendapatan. Karena itu, melalui Kartu Zilenial, pemerintah menghadirkan solusi konkret untuk menjawab kebutuhan itu,” imbuhnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor pertanian Jawa Tengah menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Luas panen padi tahun ini diperkirakan mencapai 1,67 juta hektare, naik 7,46 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 1,55 juta hektare.
Sementara itu, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) diproyeksikan mencapai 11,36 juta ton—meningkat 5,55 persen dari tahun sebelumnya.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















