“Ingin punya kehidupan lebih baik dan bisa menyekolahkan anak sampai tinggi. Kami juga sudah mendapat pelatihan dari pemprov, mulai dari bercocok tanam sampai kerajinan tangan,” ungkapnya.
Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Ahmad Azis menjelaskan, program transmigrasi tahun 2025 diikuti sebanyak 19 kepala keluarga (73 jiwa) yang tersebar di empat provinsi tujuan, yaitu Halmahera Tengah (Maluku Utara), Poso (Sulawesi Tengah), Polewali Mandar (Sulawesi Barat), dan Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan).
“Mereka berasal dari 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan disaring dari sekitar 400 keluarga pendaftar,” jelas Azis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum diberangkatkan, para transmigran menerima pelatihan keterampilan di balai latihan kerja (BLK) milik Pemprov Jateng. Materi pelatihan mencakup pertanian, peternakan, perbengkelan, kelistrikan, hingga keterampilan rumah tangga, agar mampu mandiri di daerah tujuan.
Program ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan vokasi, termasuk program Zilenial untuk penciptaan lapangan kerja produktif.
Selain rumah dan lahan usaha, pemerintah juga memberikan bantuan berupa perbenihan, alat produksi pertanian, serta dukungan modal awal melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
“Mudah-mudahan mereka bisa cepat menyesuaikan diri dan mengembangkan kehidupan yang berkelanjutan di tempat baru,” tambah Azis.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















