Ingatkan Pesantren Perkuat Perlindungan Anak, Wagub Taj Yasin : Kekerasan Bukan Sekadar Fisik

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Taj Yasin saat menghadiri halaqah bertema Pesantren Aman, Nyaman, dan Ramah Anak di Pondok Pesantren Girikesumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (12/12/2025).

i

Wagub Taj Yasin saat menghadiri halaqah bertema Pesantren Aman, Nyaman, dan Ramah Anak di Pondok Pesantren Girikesumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (12/12/2025).

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengingatkan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren. Ia menegaskan, persoalan kekerasan terhadap santri tidak bisa lagi dianggap sepele, terlebih masih ditemukannya puluhan kasus dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, bentuk kekerasan tidak selalu berupa fisik. Justru, kasus perundungan dan tekanan psikologis menjadi yang paling sering terjadi dan berdampak panjang.

“Bentuk kekerasan itu tidak selalu fisik. Yang paling tinggi justru bullying dan tekanan mental. Ini menimbulkan ketidakpercayaan anak-anak didik kita untuk tumbuh dan menjadi pemimpin,” ujar Taj Yasin saat menghadiri halaqah bertema Pesantren Aman, Nyaman, dan Ramah Anak di Pondok Pesantren Girikesumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (12/12/2025).

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menyebut, sejak 2019 hingga 2025 tercatat sudah ada puluhan kasus kekerasan di pesantren. Namun angka tersebut diyakininya belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan, karena banyak santri enggan melapor.

“Santri sering kali merasa harus menjaga nama baik pesantren dan kiai, sehingga tidak berani bicara meski mengalami tekanan,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Luthfi Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Pembangunan Jawa Tengah

Gus Yasin menilai, pesantren sejatinya merupakan lembaga pendidikan yang inklusif dan penuh nilai kemanusiaan. Karena itu, setiap santri berhak mendapat lingkungan belajar yang aman dan nyaman, termasuk ketika menghadapi masalah psikologis.

Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan dalam sistem senioritas di pesantren. Menurutnya, penugasan santri senior sebagai pengurus adalah bagian dari pendidikan karakter, namun harus dilakukan dengan pengawasan agar tidak bergeser menjadi bentuk tekanan.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Tahun Ini
Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman
Tembus Pasar 18 Negara, Nawal Yasin Dorong UMKM Jateng Tiru Kesuksesan Naruna Ceramic Salatiga
Titik Koordinat Terkunci, Aplikasi Sinaga Pantau WFH ASN Jateng Setiap Hari Jumat
Stok Aman, Pemprov Jateng Ajak Warga Sukseskan Gerakan Hemat Energi BBM
Berlaku Tiap Jumat, Sekda Sumarno Siapkan Aturan Skema WFH ASN Jateng
Cegah Konten Negatif, Jateng Kawal Pembatasan Akun Media Sosial Anak di Ruang Digital
Pelayanan Publik Tetap Utama, Kebijakan WFH ASN Jateng Masih Tahap Kajian

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:14 WIB

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Tahun Ini

Selasa, 14 April 2026 - 23:52 WIB

Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman

Kamis, 9 April 2026 - 10:56 WIB

Tembus Pasar 18 Negara, Nawal Yasin Dorong UMKM Jateng Tiru Kesuksesan Naruna Ceramic Salatiga

Senin, 6 April 2026 - 21:59 WIB

Stok Aman, Pemprov Jateng Ajak Warga Sukseskan Gerakan Hemat Energi BBM

Sabtu, 4 April 2026 - 23:28 WIB

Berlaku Tiap Jumat, Sekda Sumarno Siapkan Aturan Skema WFH ASN Jateng

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:52 WIB