Bahkan, data DP3AKB Jateng mengungkap bahwa 18,3 persen anak di wilayah Jawa Tengah pernah mengalami pelecehan seksual melalui jaringan internet. Jadi, urgensi pembatasan akun media sosial anak menjadi sangat krusial demi mencegah meningkatnya angka kriminalitas siber yang menyasar anak-anak.
Sebab, algoritma media sosial saat ini sangat rentan disusupi paham radikalisme serta berita bohong yang dapat merusak pola pikir generasi bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi antara Forum Anak Jateng dan pemerintah terus diperkuat melalui penyusunan panduan edukasi yang mudah dipahami.
Jadi, penyampaian informasi melalui komik edukatif menjadi salah satu cara kreatif agar anak-anak memahami tujuan dari kebijakan perlindungan digital ini. Akhirnya, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mendukung penuh langkah ini demi terciptanya ekosistem internet sehat di wilayah Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, pengawasan digital yang dilakukan secara kolektif akan menjadi benteng utama dalam menjaga kesehatan mental anak-anak dari pengaruh buruk. Maka, kedaulatan digital bagi anak Indonesia dapat terwujud tanpa harus mengorbankan hak mereka untuk terus bereksplorasi serta belajar teknologi baru.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2











