Pemprov Jateng Petakan Dampak Pascabencana Banjir, Fokus Jalur Pantura

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jateng, Kamis (22/1/2026).

i

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jateng, Kamis (22/1/2026).

SEMARANG, DiengPost.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memetakan dampak pascabencana banjir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. Fokus utama diarahkan pada kerusakan infrastruktur di jalur Pantura, yang menjadi urat nadi perekonomian regional dan nasional.

“Banjir di Jawa Tengah memang belum selesai semuanya. Untuk penanganan pascabencana, kami baru mulai menghitung dan memetakan,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jateng, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga:  PFI Palembang Kecam Penghalangan Kerja Wartawan di Kasus Korupsi Kredit Macet

Menurutnya, jalur utama Pantura dari Rembang hingga Semarang mengalami kerusakan signifikan, baik di jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten, akibat tingginya intensitas kendaraan saat banjir. Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan pengajuan anggaran untuk pembangunan dan peninggian tanggul sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di wilayah Pati, banjir disebabkan oleh limpasan debit air yang tinggi, sehingga diperlukan normalisasi sungai dan peninggian tanggul. Tantangan semakin kompleks karena banjir berbarengan dengan musim rob, yang menyulitkan proses pembuangan air.

Baca Juga:  Ingatkan Pesantren Perkuat Perlindungan Anak, Wagub Taj Yasin : Kekerasan Bukan Sekadar Fisik

Di Kota Pekalongan, pembangunan bendungan karet di Sungai Bremi dinilai mendesak, meski membutuhkan anggaran besar. Rencana serupa juga disiapkan untuk wilayah hilir Kabupaten Pati.

Namun, Taj Yasin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus melalui dialog dengan masyarakat, khususnya nelayan di sekitar Sungai Juwana.

“Kalau dipasang tanggul karet, kapal nelayan bisa tidak masuk. Ini tidak boleh langsung dipasang begitu saja,” tegasnya.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Ungkap 75 Kasus Pencurian Sepanjang Juni 2026, 121 Tersangka Diamankan
Musim Kemarau 2026, 18 Daerah di Jateng Berpotensi Kekeringan
Polda Jateng Ungkap Kasus Kekerasan Anak di Kudus, Dilakukan Ayah Kandung Sejak 2019
Musim Kemarau 2026, BPBD Jateng Siapkan 123 Juta Liter Bantuan Air Bersih
Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Kota Tegal Sasar Hampir Seribu Warga
Meriahkan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng 2026, Panitia Hadirkan Food Festival UMKM
Gandeng Ombudsman, Pemprov Perketat Pengawasan Penerimaan Murid Baru SMA Jateng
Naik Peringkat 3 Nasional, Indeks Demokrasi Jawa Tengah Tunjukkan Tren Positif

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 06:16 WIB

Polda Jateng Ungkap 75 Kasus Pencurian Sepanjang Juni 2026, 121 Tersangka Diamankan

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:55 WIB

Musim Kemarau 2026, 18 Daerah di Jateng Berpotensi Kekeringan

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:12 WIB

Polda Jateng Ungkap Kasus Kekerasan Anak di Kudus, Dilakukan Ayah Kandung Sejak 2019

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:39 WIB

Musim Kemarau 2026, BPBD Jateng Siapkan 123 Juta Liter Bantuan Air Bersih

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:51 WIB

Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Kota Tegal Sasar Hampir Seribu Warga

Berita Terbaru

Penyaluran air bersih di wilayah Grobogan, Jawa Tengah.

Jawa Tengah

Musim Kemarau 2026, 18 Daerah di Jateng Berpotensi Kekeringan

Rabu, 1 Jul 2026 - 05:55 WIB