MAGETAN, DiengPost.com — Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat sebanyak 99 kejadian tanah longsor terjadi sepanjang tahun 2025 akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah lereng Gunung Lawu. Kecamatan Poncol menjadi wilayah paling terdampak dengan 62 kejadian longsor.
“Dari empat kecamatan rawan longsor, paling banyak kejadiannya di Poncol,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Magetan, Suparman, Kamis (15/1/2026).
Empat kecamatan yang rawan longsor tersebut adalah Poncol, Plaosan, Panekan, dan Parang. Untuk mengantisipasi bencana, BPBD telah memasang 11 unit alat sistem peringatan dini (early warning system/EWS), sembilan di antaranya untuk deteksi longsor dan dua lainnya untuk peringatan dini banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rinciannya, EWS longsor dipasang di Desa Gonggang (2 unit), Desa Genilangit (1), dan Desa Cileng (1) di Kecamatan Poncol, serta di Kelurahan Sarangan (2), Desa Ngancar (1), dan Desa Dadi (2) di Kecamatan Plaosan. Sementara EWS banjir dipasang di Desa Jajar dan Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo.
Selain pemasangan alat, BPBD juga melakukan edukasi dan mitigasi dini, terutama di desa tangguh bencana (destana) yang memiliki risiko tinggi. Warga di wilayah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
“Kesiapsiagaan warga sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana,” tegas Suparman.
Sepanjang 2025, total 238 kejadian bencana tercatat di Magetan. Selain 99 tanah longsor, terdapat 107 kejadian angin kencang, tujuh banjir luapan, tujuh evakuasi pencarian dan pertolongan, 17 evakuasi hewan, serta satu kasus kebakaran.
Editor : A. Nandar















