Gunung Semeru Naik Status, Aktivitas Erupsi Meningkat

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur mengeluarkan awan panas.

i

Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur mengeluarkan awan panas.

JAWA TIMUR – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat signifikan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Rabu, 19 November 2025, pukul 16.00 WIB.

Kenaikan status ini dipicu oleh erupsi yang terjadi pada pukul 14.13 WIB, berupa awan panas guguran yang berlangsung beruntun. Jarak luncur awan panas belum dapat dipastikan karena visual gunung tertutup kabut tebal. Hingga pukul 15.58 WIB, awan panas masih terpantau dengan amplitudo maksimum mencapai 37 mm.

Baca Juga:  Gladi Lapang Tsunami BPBD Purworejo, Uji Kesiapsiagaan Warga Pesisir

Dalam laporan resminya, Badan Geologi menyebut aktivitas erupsi dan guguran lava masih terus berlangsung, meski pengamatannya terganggu kondisi cuaca buruk. Data kegempaan menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada gempa letusan, guguran, dan harmonik. Guguran lava pijar juga semakin intens mengarah ke sektor tenggara, khususnya ke aliran Besuk Kobokan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan masih adanya suplai material dari bawah permukaan, bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan,” ujar Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid A.N. dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga:  Tragis! Dua Pengendara Alami Luka Bakar Gegara Terobos Awan Panas Guguran Gunung Semeru

Analisis variasi kecepatan gelombang seismik (dv/v) menunjukkan penurunan sejak pertengahan Oktober 2025, menandakan peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung. Meski demikian, pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil, yang berarti belum ada tekanan signifikan dari bagian dalam gunung.

Dengan peningkatan status ini, masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 17 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, aktivitas juga dilarang dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

99 Longsor Landa Magetan Sepanjang 2025, Poncol Paling Rawan
Pantai Tambakrejo Blitar Diserbu Wisatawan saat Libur Nataru, Kuliner Laut Jadi Primadona
Danpasmar 1 Ikuti Apel Komandan Satuan TNI AL di Surabaya
Cuaca Jawa Timur Hari Ini 26 November 2025 : Mayoritas Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Beberapa Wilayah
Tragis! Dua Pengendara Alami Luka Bakar Gegara Terobos Awan Panas Guguran Gunung Semeru
Tanah Longsor di Majenang Cilacap : Dua Tewas, 21 Warga Masih Hilang
Gladi Lapang Tsunami BPBD Purworejo, Uji Kesiapsiagaan Warga Pesisir
Tirta Aji Gelar Forum Konsultasi Publik, Bahas Efisiensi Organisasi dan Pembaruan Standar Pelayanan

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:35 WIB

99 Longsor Landa Magetan Sepanjang 2025, Poncol Paling Rawan

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:16 WIB

Pantai Tambakrejo Blitar Diserbu Wisatawan saat Libur Nataru, Kuliner Laut Jadi Primadona

Minggu, 7 Desember 2025 - 07:15 WIB

Danpasmar 1 Ikuti Apel Komandan Satuan TNI AL di Surabaya

Kamis, 27 November 2025 - 07:34 WIB

Cuaca Jawa Timur Hari Ini 26 November 2025 : Mayoritas Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Beberapa Wilayah

Jumat, 21 November 2025 - 07:30 WIB

Tragis! Dua Pengendara Alami Luka Bakar Gegara Terobos Awan Panas Guguran Gunung Semeru

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:52 WIB