“Ada penurunan debit, tapi tidak separah tahun-tahun lalu. Kami sudah menyiapkan reservoir, melakukan penanaman pohon, pembuatan sumur, dan langkah penyelamatan untuk menjaga pasokan air tetap stabil,” jelasnya.
Selain membahas pelayanan, Tirta Aji juga tengah menempuh langkah efisiensi organisasi dan transformasi digital. Salah satunya, dengan menutup sebagian loket manual dan mengalihkan layanan ke sistem daring.
“Beberapa loket akan kami tutup secara bertahap, karena pelayanan kini bisa dilakukan secara online. Kami ingin agar masyarakat merasakan kemudahan layanan digital,” terangnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah lain yang disiapkan yakni restrukturisasi organisasi agar lebih efektif, termasuk penyederhanaan jumlah cabang dan penyesuaian sistem kerja berbasis wilayah sumber air (SPA).
“Ke depan, cabang tidak lagi berdasarkan kecamatan, tapi berdasarkan sumber air. Ini untuk efisiensi sekaligus memastikan pelayanan lebih terarah,” ujarnya.
Melalui forum ini, Tirta Aji berharap komunikasi dengan pelanggan bisa terjalin lebih kuat, serta melahirkan solusi pelayanan yang transparan, adaptif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Halaman : 1 2















