Angka kejadian kebakaran hutan dan lahan Jawa Tengah melonjak hingga 700 persen. Kenaikan tajam ini terpantau sejak memasuki bulan Juni, Juli, dan Agustus.
Total area yang terbakar mencakup 194 hektare lahan serta 213 hektare hutan. Selain itu, area Tempat Pembuangan Akhir seluas 2,17 hektare ikut dilalap api.
Dampak kerusakan akibat bencana alam ini diperkirakan mencapai nominal Rp23 miliar. Sebanyak 35 kabupaten dan kota mencatatkan laporan kasus tersebut.
Kabupaten Klaten menjadi daerah tertinggi dengan catatan 31 kali kejadian. Sementara Kabupaten Sragen berada di urutan berikutnya dengan 30 peristiwa.
Kebanyakan kasus dipicu oleh aktivitas pembersihan selasar tebu dan semak. Bergas menjelaskan bahwa penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian manusia.
“Kebakaran lahan didominasi kebakaran lahan pertanian, khususnya tebu dan semak belukar. Penyebabnya diduga karena human error. Untuk lahan tebu biasanya untuk membersihkan selasar tebu saat panen,” kata Bergas.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2







