Pendaki Gunung Slamet Asal Magelang Ditemukan Meninggal, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Purbalingga melakukan pemeriksaan terhadap pendaki asal Magelang yang meninggal di Gunung Slamet.

i

Polres Purbalingga melakukan pemeriksaan terhadap pendaki asal Magelang yang meninggal di Gunung Slamet.

PURBALINGGA, DiengPost.com — Kepolisian Resor Purbalingga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah pendaki Gunung Slamet asal Kota Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Watu Langgar, lereng Pos 7 jalur pendakian via Gunung Malang, Rabu (14/1/2026).

“Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan korban diperkirakan meninggal sekitar 15 hari sebelum ditemukan dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban,” ujar Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga:  Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Setiap Daerah di Jateng Gelar Forum Investasi

Jenazah Syafiq dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan tiba di Basecamp Gunung Malang pada Kamis pagi, sebelum dibawa ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk pemeriksaan medis. Visum luar dilakukan oleh dokter Gunawan guna memastikan kondisi jenazah dan penyebab kematian secara umum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah pemeriksaan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi dan telah menyerahkan surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:  Aksi Massa Warnai Protes Warga Penyangga TNWK, Desak Solusi Konflik Gajah

Syafiq sebelumnya dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet bersama seorang rekannya melalui jalur Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang, pada 27 Desember 2025.

Operasi pencarian oleh tim SAR gabungan dilakukan sejak 29 Desember hingga dihentikan pada 7 Januari 2026. Meski demikian, sejumlah relawan tetap melanjutkan pencarian secara mandiri hingga akhirnya jenazah ditemukan.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya almarhum dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kompol Agus.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Naik Peringkat 3 Nasional, Indeks Demokrasi Jawa Tengah Tunjukkan Tren Positif
Buka Jateng Media Summit 2026, Sarif Abdillah Bakar Semangat Jurnalis se Jateng
Konflik Musda Golkar Wonosobo, DPD Golkar Jateng Tegaskan Kegiatan Tersebut Tidak Sah
Makan Bergizi Gratis Jateng di Demak Picu Keracunan, Wagub Taj Yasin Soroti Waktu Distribusi
Catat! Pemprov Jateng Gelar Lomba Artikel Mahasiswa dengan Hadiah Puluhan Juta
BPBD Jateng Siapkan Antisipasi Bencana Hadapi Masa Pancaroba dan El Nino
5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Siap Gerakkan Ekonomi
Harga Platik Melambung, Pemprov Jateng Dorong Penggunaan Bioplastik

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:49 WIB

Buka Jateng Media Summit 2026, Sarif Abdillah Bakar Semangat Jurnalis se Jateng

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:09 WIB

Konflik Musda Golkar Wonosobo, DPD Golkar Jateng Tegaskan Kegiatan Tersebut Tidak Sah

Kamis, 30 April 2026 - 09:32 WIB

Makan Bergizi Gratis Jateng di Demak Picu Keracunan, Wagub Taj Yasin Soroti Waktu Distribusi

Jumat, 24 April 2026 - 21:54 WIB

Catat! Pemprov Jateng Gelar Lomba Artikel Mahasiswa dengan Hadiah Puluhan Juta

Selasa, 21 April 2026 - 08:01 WIB

BPBD Jateng Siapkan Antisipasi Bencana Hadapi Masa Pancaroba dan El Nino

Berita Terbaru