BPS : Jumlah Penduduk Miskin di Jateng Turun Jadi 3,34 Juta Jiwa

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said.

i

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said.

SEMARANG, DiengPost.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah pada September 2025 turun menjadi 3,34 juta jiwa atau setara 9,39 persen dari total populasi. Angka ini menurun 0,09 persen poin dibandingkan Maret 2025 yang tercatat sebesar 9,48 persen.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Sai, menyampaikan penurunan ini dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya pertumbuhan ekonomi tahunan (year-on-year) sebesar 5,37 persen pada triwulan III 2025, peningkatan produksi padi sebesar 484 ribu ton gabah kering giling (GKG), serta penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,66 persen.

Baca Juga:  Jawa Tengah Targetkan 12 Juta Ton Gabah Kering Panen, Siap Lampaui Jabar dan Jatim

“Jumlah penduduk miskin pada September 2025 turun 21,86 ribu orang dibanding Maret 2025, dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024,” ujar Ali dalam rilis daring, Kamis (5/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengukuran kemiskinan dilakukan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach). Berdasarkan metode ini, Garis Kemiskinan (GK) ditetapkan sebesar Rp570.870 per kapita per bulan, terdiri dari GK makanan sebesar Rp432.788 dan GK non-makanan Rp138.082.

Jika dikonversi ke tingkat rumah tangga, Garis Kemiskinan Rumah Tangga mencapai Rp2.557.498 per bulan, dengan rata-rata anggota rumah tangga miskin sebanyak 4,48 orang.

Baca Juga:  Kondisi Jalan Provinsi Siap Sambut Libur Nataru, Gus Yasin Pastikan Semua Mantap

Dari sisi kedalaman dan keparahan kemiskinan, BPS mencatat penurunan. Indeks kedalaman kemiskinan pada September 2025 tercatat 1,507, turun dari 1,557 pada Maret 2025. Sementara indeks keparahan kemiskinan juga menurun dari 0,354 menjadi 0,338.

Selain itu, tingkat ketimpangan pengeluaran atau gini ratio juga menunjukkan perbaikan. Pada September 2025, gini ratio tercatat 0,350, turun 0,009 poin dari Maret 2025 yang sebesar 0,359.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Tahun Ini
Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman
Tembus Pasar 18 Negara, Nawal Yasin Dorong UMKM Jateng Tiru Kesuksesan Naruna Ceramic Salatiga
Titik Koordinat Terkunci, Aplikasi Sinaga Pantau WFH ASN Jateng Setiap Hari Jumat
Stok Aman, Pemprov Jateng Ajak Warga Sukseskan Gerakan Hemat Energi BBM
Berlaku Tiap Jumat, Sekda Sumarno Siapkan Aturan Skema WFH ASN Jateng
Cegah Konten Negatif, Jateng Kawal Pembatasan Akun Media Sosial Anak di Ruang Digital
Pelayanan Publik Tetap Utama, Kebijakan WFH ASN Jateng Masih Tahap Kajian

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:14 WIB

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Tahun Ini

Selasa, 14 April 2026 - 23:52 WIB

Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman

Kamis, 9 April 2026 - 10:56 WIB

Tembus Pasar 18 Negara, Nawal Yasin Dorong UMKM Jateng Tiru Kesuksesan Naruna Ceramic Salatiga

Senin, 6 April 2026 - 21:59 WIB

Stok Aman, Pemprov Jateng Ajak Warga Sukseskan Gerakan Hemat Energi BBM

Sabtu, 4 April 2026 - 23:28 WIB

Berlaku Tiap Jumat, Sekda Sumarno Siapkan Aturan Skema WFH ASN Jateng

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Gubernur Pastikan Persediaan Gas Elpiji di Jawa Tengah Aman

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:52 WIB