Harga Melambung 49 Persen, Pemprov Jateng Gelar Penyaluran Cabai Rawit Bersubsidi di 15 Daerah

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

program Penyaluran Cabai Rawit Bersubsidi yang menyasar 15 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

i

program Penyaluran Cabai Rawit Bersubsidi yang menyasar 15 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

REMBANG, DiengPost.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah strategis guna merespons lonjakan harga komoditas cabai di pasaran. Saat ini, harga cabai rawit merah tercatat melambung hingga 49 persen melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Intervensi dilakukan dengan menggelar program Penyaluran Cabai Rawit Bersubsidi yang menyasar 15 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga pangan yang cukup tinggi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit merah di pasar tradisional telah menyentuh angka Rp85.000 per kilogram. Nilai tersebut jauh di atas HAP maksimal yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp57.000 per kilogram.

Intervensi Wilayah Nonpenghasil dan Peran Perusda

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menyebutkan bahwa Gubernur Ahmad Luthfi telah memberikan instruksi khusus untuk melakukan operasi pasar. Total sebanyak 3 ton cabai disiapkan untuk didistribusikan pada minggu kedua Februari ini.

Dalam program Penyaluran Cabai Rawit Bersubsidi tersebut, masyarakat bisa mendapatkan cabai dengan harga yang lebih terjangkau, yakni Rp65.000 per kilogram. Harga ini dinilai jauh lebih rendah dibandingkan harga normal yang saat ini beredar di pasaran.

Baca Juga:  Sekda Jateng Dorong Tiap Daerah Gelar Event Lari, Terbukti Dongkrak Ekonomi Lokal

Adapun daerah yang menjadi sasaran prioritas adalah wilayah yang bukan merupakan penghasil cabai. Beberapa di antaranya meliputi Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Jepara, hingga Kota Semarang dan Kota Surakarta.

Pemerintah menugaskan Perusda Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai pelaksana teknis di lapangan. Hal ini dilakukan agar rantai distribusi dapat dipangkas sehingga komoditas bisa langsung sampai ke tangan konsumen dengan harga yang telah disubsidi.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel berita.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Ungkap 75 Kasus Pencurian Sepanjang Juni 2026, 121 Tersangka Diamankan
Musim Kemarau 2026, 18 Daerah di Jateng Berpotensi Kekeringan
Polda Jateng Ungkap Kasus Kekerasan Anak di Kudus, Dilakukan Ayah Kandung Sejak 2019
Musim Kemarau 2026, BPBD Jateng Siapkan 123 Juta Liter Bantuan Air Bersih
Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Kota Tegal Sasar Hampir Seribu Warga
Meriahkan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng 2026, Panitia Hadirkan Food Festival UMKM
Gandeng Ombudsman, Pemprov Perketat Pengawasan Penerimaan Murid Baru SMA Jateng
Naik Peringkat 3 Nasional, Indeks Demokrasi Jawa Tengah Tunjukkan Tren Positif

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 06:16 WIB

Polda Jateng Ungkap 75 Kasus Pencurian Sepanjang Juni 2026, 121 Tersangka Diamankan

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:55 WIB

Musim Kemarau 2026, 18 Daerah di Jateng Berpotensi Kekeringan

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:12 WIB

Polda Jateng Ungkap Kasus Kekerasan Anak di Kudus, Dilakukan Ayah Kandung Sejak 2019

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:39 WIB

Musim Kemarau 2026, BPBD Jateng Siapkan 123 Juta Liter Bantuan Air Bersih

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:51 WIB

Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Kota Tegal Sasar Hampir Seribu Warga

Berita Terbaru

Penyaluran air bersih di wilayah Grobogan, Jawa Tengah.

Jawa Tengah

Musim Kemarau 2026, 18 Daerah di Jateng Berpotensi Kekeringan

Rabu, 1 Jul 2026 - 05:55 WIB