“Bantuan ini bukan untuk konsumsi, tetapi untuk diputar sebagai modal usaha. Kami juga melakukan pendampingan agar usaha mereka berkembang,” ujar Ahmad Darodji.
Gubernur Luthfi menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kebutuhan sandang, pangan, dan papan masyarakat terpenuhi.
Stimulus Bantuan Modal Usaha Baznas Jateng diharapkan mampu menggerakkan ekonomi mikro yang jumlahnya mencapai 4,2 juta pelaku usaha di Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Modal ini sebagai stimulus. Diputar, jangan dikonsumsi. Harus naik kelas, dari mikro jadi kecil, dari kecil jadi menengah. Jangan setelah dibantu malah stagnan,” tegas Gubernur Luthfi.
Sinergi antara provinsi, kabupaten/kota, dan Baznas telah menunjukkan hasil positif dengan menurunnya angka kemiskinan di Jawa Tengah ke kisaran 9,39 persen.
Gubernur menekankan pentingnya intervensi terintegrasi, mulai dari perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), akses pendidikan, hingga peningkatan pendapatan.
Penerima bantuan, Kholidah, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar bantuan modal ini dapat memajukan usahanya.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















