“Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap perbaikan infrastruktur yang rusak,” tambahnya.
Sumarno juga mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal pengaduan cepat, seperti 112, WhatsApp Pusdalops 08813809409, dan Dinas Sosial Jateng di (024) 8454962.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih akan melanda sejumlah wilayah di Jateng hingga 9 Februari 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prakirawan BMKG, Rany Puspita, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
“Hindari aktivitas di luar ruangan saat hujan disertai petir dan angin kencang. Jauhi bantaran sungai, lereng rawan longsor, serta tempat terbuka seperti pohon besar, baliho, atau tiang listrik,” imbaunya.
BMKG juga mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk terus menyebarluaskan informasi peringatan dini dan melakukan upaya mitigasi risiko bencana secara aktif.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2















