“Gerakan mahasiswa hari ini tak cukup hanya turun ke jalan. Mereka juga harus bergerak lewat data, literasi digital, serta kajian yang kuat dan berbasis argumen,” tambahnya.
Edi pun mengajak mahasiswa memanfaatkan ruang akademik sebagai tempat lahirnya diskusi yang sehat, terbuka, dan berlandaskan nilai-nilai ilmiah.
Dialog Kritis dan Aspiratif
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Sejumlah mahasiswa menyoroti isu kebebasan berekspresi di media sosial, peran organisasi kampus dalam penguatan literasi politik, hingga relevansi gerakan mahasiswa di tengah kompleksitas politik nasional.
Presiden BEM FEB IBN, Adam Mauladani, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menghadirkan kegiatan literasi, dialog publik, dan wadah pengembangan kesadaran kritis di lingkungan kampus.
“Kami ingin mahasiswa IBN tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sadar akan peran sosialnya sebagai penjaga moral dan demokrasi,” ujarnya.
Dukungan Pihak Fakultas
Dekan FEB IBN, Buchori mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilainya sejalan dengan semangat kampus untuk melahirkan generasi yang berpikir kritis dan berintegritas.
“Seminar seperti ini penting untuk memperkaya wawasan dan menumbuhkan kemandirian intelektual mahasiswa,” kata Buchori.
Penulis : Afandi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











