Demi efisiensi, Tranggono rela menginap di Kantor NPCI Kulon Progo. Kerja keras tersebut terbayar manis dengan raihan medali perak Kejurda III NPCI DIY 2026.
“Alhamdulillah, perjuangan itu tidak mengkhianati hasil. Semua proses latihan yang saya jalani akhirnya terbayar dengan raihan medali perak,” kata Tranggono.
Ajang Kejurda ini menjadi pemanasan menuju Pekan Paralimpik Daerah DIY 2027. Selain itu, kompetisi ini menjadi seleksi atlet untuk Pelatda B.
Ke depan, Tranggono membidik medali emas pada PEPARDA 2027 mendatang. Target tersebut bertujuan agar ia menembus Pelatda A untuk PEPARNAS 2028.
Tranggono juga berharap olahraga disabilitas di Purworejo semakin berkembang. Menurutnya, Purworejo memiliki banyak potensi atlet muda berbakat.
“Saya juga punya harapan besar untuk NPC Purworejo. Semoga ke depan bisa memprogramkan pengadaan peralatan olahraga, melakukan pencarian calon atlet sejak dini, serta menyusun program latihan yang rutin dan terstruktur. Saya yakin Purworejo memiliki banyak atlet potensial yang bisa berprestasi jika mendapat pembinaan yang baik,” ungkapnya.
Meskipun kini membela Kulon Progo, ia tetap bangga sebagai pemuda Purworejo. Kisah perjuangannya diharapkan memberi inspirasi bagi para atlet disabilitas lainnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2







